Berita


Berita


Hindari Bisnis PPDB, Siswa SMPN 2 Klaten Bebas Beli Seragam Sendiri
Selasa, 20 Agustus 2019

KLATEN, KRJOGJA.com - SMP Negeri II Klaten memberikan kebebasan pada orangtua murid untuk membeli seragam sendiri bagi anak-anaknya yang kini menjadi siswa baru di SMP tersebut.

Kepala SMPN II Klaten Woro Subaningsih dan Ketua Komite Sekolah Moch Isnaeni Minggu (22/7/2018) mengemukakan, sekolah tidak mewajibkan pembelian seragam di sekolah.

Orangtua murid bebas membeli seragam biru putih dan pramuka di luar sekolah, dan menjahitkanya sendiri. Pihak sekolah hanya memberikan contoh warna dan gambar desain seragam tersebut.

Hal itu dilakukan sekolah, agar tidak ada prasangka negatif dari pihak manapun, yang dimungkinkan akan mengira jika pihak sekolah menjadikan kesempatan penerimaan peserta didik baru (PPDB) sebagai ajang bisnis.

Siswa hanya diminta membeli seragam khusus identitas sekolah, warna ungu dengan rompi kotak-kotak, karena seragam tersebut tidak dijual bebas di luar. 

“Sekolah tidak menyediakan seragam biru putih maupun pramuka. Silahkan orangtua murid membeli sendiri-sendiri untuk anaknya, kecuali untuk seragam identitas sekolah,” kata Isnaeni. 

SMPN 2 Klaten juga membiarkan satu kursi siswa kosong, karena siswa baru mengundurkan diri. Siswa baru yang diterima di SMPN 2 Klaten sebanyak 256 anak, namun seorang diantaranya mengundurkan diri.

“Satu kursi siswa kami biarkan kosong, kalau kita isi dengan menaikan rangking berikutnya, kami kawatir nanti dikira ada permainan,” tambah Isnaeni pula.

Wakasek bidang kurikulum, Christin mengemukakan, sebanyak 60 persen siswa masuk ke SMPN 2 Klaten atas dorongan orangtua, dan hanya 40 persen yang dikarenakan kemauan sendiri.

Untuk itu perlu dukungan dari setiap orangtua dan semua pihak, agar para siswa benar-benar menjadi anak sesuai harapan. Yakni anak yang cerdas secara akademis, dan juga memiliki karakter yang bagus.

“Kalau hanya menjadikan anak pintar, itu mudah karena SMPN 2 Klaten sudah bertahun-tahun tertaras di Klaten. Yang kita inginkan adalah mencetak anak yangn pintar dengan karakter yang bagus,” kata Christin.(Sit)

 

Bagikan

BERITA LAINNYA